Thursday, December 1, 2011

5 Modus Kejahatan Marcos

Marcos saat menghadiri rapat di Gedung Putih


Ferdinand Marcos Emmanuel Edralin (September 11, 1917 - 28 September 1989) adalah seorang pemimpin Filipina dan otoriter Presiden Filipina 1965-1986. Dia adalah seorang pengacara, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Filipina (1949-1959) dan anggota Senat Filipina (1959-1965). Dia adalah Presiden Senat 1963-1965.
Pada masa kekuasaannya ia menerapkan beragam program pembangunan infrastruktur dan reformasi ekonomi. Namun, sebagian besar dibayangi dengan cara yang otoriter dalam memerintah negara itu setelah tahun 1972. Pemerintahannya dirusak oleh korupsi besar-besaran, nepotisme, penindasan politik, dan pelanggaran HAM.

Pada tahun 1983, pemerintah dituduh terlibat dalam pembunuhan lawan utama politiknya, Benigno Aquino. Kemarahan publik atas pembunuhan itu pada saat ia menjabat sebagai katalis untuk Revolusi Kekuatan Rakyat di bulan Februari 1986 yang menyebabkan penghapusan dari kekuasaannya dan akhirnya diasingkan di Hawaii. Ia dan istrinya Imelda Marcos telah memindahkan miliaran dolar dan menyelewengkan dana publik ke Amerika Serikat, Swiss, dan negara-negara lain, serta menjadi perusahaan yang diduga selama 20 tahun di powe.


Modus Kejahatan Marcos
Inilah modus - modus kejahatan Marcos dalam upaya mengekalkan dan melegalkan kekuasannya:

  1. Mengangkat Istri, keluarga, sahabat, dan orang - orang kampungnya untuk menduduki jabatan - jabatan strategis dengan tujuan agar dapat melakukan rekayasa dan justifikasi (pelegalan) perampokan uang rakyat. Istrinya, Imelda Macros, secara sepihak diangkat sebagai Gubernur Manila merangkap Menteri Perumahan Rakyat dan Ekologi.

  2. Pos - pos militer penting diisi oleh para rekanan Marcos untuk menjamin dukungan angkatan bersenjata kepada dirinya. Kemdian, para Jendral dimanjakan dengan bisnis jutaan dollar yang difasilitasi negara dan menggunakan metode ancaman kepada para pelaku bisnis.

  3. Mengurangi wewenang polisi untuk menagani musuh politiknya. Lalu, menggunakan "tangan - tangan" besi militer untuk mengacam, membunuh, dan menculik demonstran, serta saingan politiknya.

  4. Membatasi wewenang Parlemen untuk mengontrol kekuasaan Presiden. Caranya, dengan menggagalkan Rancangan Undang - Undang Pembatasan Kekuasaan Presiden.

  5. Modus kejahatannya yang paling menghebohkan adalah keterlibatan dirinya atas penembakan lawan politik terkuatnya saat itu, Beniqno Aquino. Tapi, Macros justru menuduh bahwa komunis yang mendalangi penembakan Aquino di bandara Filipina. Peristiwa ini merupakan titik balik terpenting bagi kejatuhan Marcos. Rakyat yang tidak percaya dengan tuduhannya terhadap komunis memprotes sistem kediktatoran Marcos dan Antek - anteknya. Mereka menamakan gerakan tersebut sebagai People's Power yang dipimpin janda Benigno, Corazon Aquino. Militer yang selama ini menjilat Marcos pun gentar menghadapi kekuatan rakyat yang begitu besar dan berbalik arah menantang Marcos. Tak ada jalan lain bagi Marcos dan keluarganya selain melarikan diri.
Jenazah Marcos Diharamkan

Menurut data Transparancy International, Marcos sudah "merampok" uang rakyat sebesar 5-10 miliar dolar AS atau setara dengan Rp. 5-10 triliun.Itu diluar barang - barang luar biasa mahal yang dibelanjakan oleh Imelda istrinya.

Dalam perjalanannya, pengadilan USA dan Swiss memutuskan bahwa harta miliknya ilegal dan harus dikembalikan kepada negara. Marcos pun mati ditanah pengasingan pada 1989. Naasnya, setelah bertahun tahun kematiannya, kebencian terhadap dirinya masih belum sirna. Negara dan Warga negarnay menolak jenazahnya untuk dikuburkan di tanah kelahirannya FILIPINA.

Jasad Marcos dalam peti kaca yang dijadikan Mumi
 karena tidak diterima seluruh warga negara Filipina
untuk dikuburkan di negaranya.
Marcos harus membayar mahal kejahatannya.

Sumber : 151 Konspirasi Dunia Paling Gila dan Mencengangkan


No comments:

Post a Comment